Daftar Isi
Aku Berharga
Setiap orang ingin dirinya berharga. Tidak ingin dibandingkan dengan anggota keluarga yang lain, dengan orang sekitar apalagi dengan teman sekolah. Karena kita memang tidak sama dengan orang lain, kita punya keunikan, bakat, minat , dan karakter yang tidak mungkin sama dengan orang lain.
Bagiku aku berharga, langkah awal yang harus kulakukan adalah mengenal diri, mempelajari kualitas diri. Pemahaman diri dan kualitas diri adalah proses yang sangat penting dalam meningkatkan mutu kehidupan. Tahu diri dan mengenal diri mengantarkan kepada tahap-tahap hidup yang berkualitas. Tidak saja dalam bergaul dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi juga untuk mengarahkan dan mengembangkan diri, membuat perencanaan pendidikan dan karir, memecahkan permasalahan pribadi dan sosial secara realistis, beradaptasi dengan perubahan-perubahan dalam kehidupan, untuk dapat saling menerima dan menghargai orang lain.
Bagaimana kita mengenal diri kita ? Diri adalah seperangkat proses dari ciri-ciri yang mencakup proses fisik, perilaku, dan psikologis. Mengenal diri berarti memahami aspek-aspek pembentukan diri kita. Aspek-aspek tentang diri meliputi :
- Aspek fisik : adalah tubuh dengan segala kualitasnya dan proses yang terkait dengannya
- Diri secara proses adalah proses alur pikir, emosi atau perasaan dan tingkah laku
- Diri secara sosial adalah pikiran dan perilaku hasil interaksi dengan orang lain
- Konsep diri adalah keseluruhan pandangan tentang diri sendiri
- Cita-cita diri adalah segala apa yang diangankan terhadap diri sendiri
Setelah aku memahami tentang diriku, agar aku berharga maka aku harus punya konsep diri.
1. Konsep Diri
Konsep diri adalah keseluruhan pandangan seseorang tentang diri sendiri. Yaitu bagaimana seseorang menilai dan menyikapi dirinya.
Ada 3 dimensi konsep diri, yaitu :
- Pengetahuan tentang diri sendiri
Pemahaman tentang dirinya sendiri, mampu mendeskripsikan bakat yang diminati, karakter diri, kesukaan, dan kemampuan yang dimiliki
- Pengharapan terhadap diri.
Disebut juga dengan harapan diri, yakni harapan dan kemungkinan karir yang diinginkan, kesuksesan yang ingin di raih. Pasti harapan karir dan kesuksesan setiap orang berbeda-beda, ada yang mengharap dirinya menjadi pengusaha yang sukses, akuntan yang jujur, psikolog yang takwa, sebaliknya ada pula orang yang ingin meraih popularitas seperti menjadi artis atau aktor yang terkenal, kadang harapan karir dan kesuksesan diri dipengaruhi oleh orang sekitar kita yang menjadi idola kita..
- Penilaian terhadap diri sendiri.
Disadari atau tidak setiap saat kita selalu menilai diri sendiri. Khususnya menilai setiap tingkah laku kita. Contoh : tingkah laku belajar saya saat pembelajaran jarak jauh, mengapa motivasi belajar kita rendah, kita lebih suka main game, lihat youtobe atau tik tok daripada belajar, dan masih banyak lagi.. Hasil penilaian, antara harapan yang dibentangkan dengan fakta yang ada di dalam diri akan menghasilkan “Rasa Harga Diri ”. Semakin lebar ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan diri sendiri maka “semakin rendah rasa harga dirinya”. Sebaliknya orang yang hidupnya mendekati standar harapan hidupnya, menyukai apa yang dikerjakannya maka akan “semakin tinggi rasa harga dirinya”.
2. Konsep Diri Positif dan Negatif
a. Konsep Diri Positif
Konsep diri positif ada dalam diri orang yang dapat menerima dirinya secara apa adanya dengan segala risiko kekuatan dan kelemahannya. Ia memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang dirinya. Ia membuat harapan-harapan dan perencanaan yang masuk akal, serta kemungkinan besar dapat dicapai. Pribadi seperti ini tidak merasa terancam dan cemas jika dikritik, menerima informasi negatif tentang dirinya. Sebaliknya ia tidak hanyut ketika disanjung dengan informasi positif tentang dirinya. Itulah orang yang konsep dirinya positif memposisikan harga dirinya secara tepat dan wajar.
b. Ciri-ciri seseorang yang memiliki konsep diri positif adalah
- Mampu menghargai dirinya dan melihat hal-hal yang positif yang dapat dilakukan demi keberhasilan di masa yang akan datang.
- Memiliki sikap optimis, penuh percaya diri, dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialaminya.
- Kegagalan tidak dipandang sebagai kehancuran, namun lebih sebagai penemuan dan pelajaran berharga untuk melangkah ke depan.
c. Konsep Diri Negatif
Konsep diri negatif terjadi pada individu yang tidak banyak tahu tentang dirinya, tidak melihat dirinya secara utuh.Dia hanya melihat kelemahan diri ,membangun harapan-harapan diri yang tidak realistis, merasa peluang berhasilnya sangat tipis.
d. Ciri-ciri seseorang yang memiliki konsep diri negatif adalah
- Meyakini dan memandang bahwa dirinya lemah, tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tidak memiliki kemampuan, gagal, malang, tidak menarik, tidak disukai dan tidak semangat untuk menjalani hidup.
- Tidak yakin terhadap kehidupan dan kesempatan yang dihadapinya. Ia tidak melihat tantangan sebagai kesempatan, namun lebih sebagai halangan. Mudah menyerah sebelum mencoba dan jika gagal, akan menyalahkan diri sendiri atau menyalahkan orang lain.